Search
Categories
Archives
Links:

TRRRRRRRRRRRRRRRRRYEDDDDDGFM GFM GFM RHDYYYYYYYYYYYYYYYYYBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB              SSSSRTGTTDDDDDSRENRRGTNRYEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYY

TRRRRRRRRRRRRRRRRRYEDDDDDGFM GFM GFM RHDYYYYYYYYYYYYYYYYYBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB              SSSSRTGTTDDDDDSRENRRGTNRYEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYY


TRRRRRRRRRRRRRRRRRYEDDDDDGFM GFM GFM RHDYYYYYYYYYYYYYYYYYBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB              SSSSRTGTTDDDDDSRENRRGTNRYEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYY

TRRRRRRRRRRRRRRRRRYEDDDDDGFM GFM GFM RHDYYYYYYYYYYYYYYYYYBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBBB              SSSSRTGTTDDDDDSRENRRGTNRYEEEEEEYYYYYYYYYYYYYYY

 

Pendahuluan
Buah–buahan merupakan salah satu komoditi Indonesia yang dapat
dikembangkan untuk ekspor dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Tetapi, pada umumnya buah–buahan cepat mengalami pembusukan sehingga
sukar untuk dikirim atau diperdagangkan ke daerah yang jauh dari pusat
produksinya. Beberapa hal yang dapat menyebabkan kerusakan tersebut antara
lain faktor mekanis, fisiologis, entomologis, dan patologis. Apabila dapat
diterapkan cara penanganan pasca panen yang tepat, kerusakan yang sering timbul
dapat diperkecil.
Iradiasi merupakan salah satu cara pengawetan yang aman dan dapat
digunakan untuk meningkatkan daya simpan buah segar misalnya mangga,
alpukat, pepaya, dan pisang. Beberapa peneliti terdahulu melaporkan bahwa
iradiasi dengan dosis 0,25 kGy ternyata dapat menunda proses pematangan
1
i
mangga dan dapat melumpuhkan daya perusak serta kemampuan berkembang
biak serangga yang menyerang. Apabila iradiasi dikombinasikan dengan
perlakuan lain, resistansi kapang yang menyerang buah–buahan terhadap radiasi
akan menurun.
Menurut Hatton (1986) yang dikutip oleh Z.I. Purwanto dan M. Maha
melaporkan bahwa iradiasi dengan dosis 0,10 – 0,25 kGy dapat menunda proses
pematangan mangga varietas Irwin sampai 14 hari. Tetapi, mangga yang diiradiasi
dengan dosis 0,50 – 0,75 kGy mengalami kerusakan jaringan yaitu timbul bercak
berwarna coklat kehitam–hitaman pada seluruh permukaan buah yang disebabkan
oleh aktivitas enzim polifenoloksidase. Sedangkan Maxie dan Sommer
melaporkan bahwa buah segar sangat peka terhadap radiasi karena dapat
mengalami perubahan warna, tekstur, rasa, dan penurunan nilai gizi pada dosis di
atas 1,00 kGy. Buangsuwon melaporkan bahwa kombinasi perlakuan panas dan
iradiasi dapat memperpanjang daya awet mangga selama beberapa hari.
Dalam penelitian kecil ini disajikan hasil penelitian pengaruh iradiasi
gamma, dan kombinasi perlakuan panas serta iradiasi pada daya simpan mangga
arumanis yang ada di Indonesia. Mangga ini dipilih sebagai buah uji karena
varietasnya yang bagus. Hal ini dilakukan karena iradiasi mempunyai pengaruh
yang berbeda pada setiap jenis mangga.
Tujuan
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemanasan dan sinar
gamma terhadap daya simpan buah mangga. Daya simpan buah mangga yang
paling lama dari berbagai variasi terkait dengan perannya sebagai komoditi ekspor
dan impor.
Metode
Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan di dua lab berbeda. Persiapan dan perlakuan bahan
dilakukan di Laboratorium Biofisika, Departemen Fisika IPB, Darmaga.
Karakterisasi dengan Iradiasi Gamma yang dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi
Isotop dan Iradiasi (PATIR), BATAN. Penelitian ini dimulai dari Bulan
November sampai Januari 2009.
Penyiapan Bahan dan Perlakuan
Untuk penelitian ini bahan yang digunakan adalah buah mangga yang
diperoleh dari

 

sumber:Roni; Nuzulia, Nur Aisyah; Juniarzadinata, Rendra.

2009

URL:http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/28156

 

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!